Talk less, See and Listen more


Allah SWT menciptakan manusia begitu sempurna. Anugrah yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia meliputi nikmat mata, mulut, telinga, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya. Tetapi terkadang kita menggunakan kenikmatan yang telah di berikan terlalu berlebihan, sehingga tidak bernilai amal. Misalnya kita menggunakan mulut untuk berkata yang tidak seharusnya dikatakan, seperti memaki, mengolok-olok, serta yang mungkin sering kita lakukan ialah berkata yang tiada manfaatnya atau perkataan kosong. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa:

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)

Allah SWT memerintahkan kita untuk berbicara yang baik-baik saja. Tidak ada pilihan ketiga, yang ada hanya bicara baik atau diam. Diam di sini dalam arti bukannya tidak boleh berbicara. Boleh saja berbicara asalkan itu bermanfaa
t dan bernilai ibadah. Bukan berarti pula tidak boleh bercanda sama sekali. Bukankah Rasulullah itu juga suka bercanda.

Kita telah diberikan Sang Maha Pencipta 1 mulut , 2 mata, dan 2 telinga. Namun, pernahkan kita memikirkan mengapa seperti itu? mengapa mulut tidak diciptakan dua buah saja? Kalau direnungkan, pasti kita temukan jawabannya. Ya, Allah menciptakan manusia dengan 1 buah mulut ialah agar manusia tidak terlalu banyak berbicara. Maksudnya agar kita tehindar dari perkataan-perkataan kosong yang tiada gunanya. Karena dalam sebuah hadits dikatakan bahwa salah satu yang membuat orang mendpatkan dosanya, karena lidahnya.

Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Talk less, See and Listen moreSelain itu, dengan menjaga lisan kita akan terhindar dari api neraka yang amat panas. Dari sebuah hadits yang panjang, pernah diceritakan 
oleh Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu, yaitu:

(Dari Hadits yang panjang) Dari Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: .....Kemudian beliau bersabda kembali, “Maukah kalian kuberitahu pangkal agama, tiangnya dan puncak tertingginya?”. Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok urusan adalah Islam (masuk Islam dengan syahadat,-pent), tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah kalian kuberitahu tentang kendali bagi semua itu?” Saya menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini.” Saya berkata, “Wahai Nabi Alloh, apakah kita akan disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Beliau menjawab, “Celaka kamu. Bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur kedalam api neraka dengan mukanya terlebih dahulu (dalam riwayat lain: dengan lehernya terlebih dahulu) itu gara-gara buah ucapan lisannya?” (HR. Tirmidzi ia berkata, “Hadits ini hasan shahih.”)

Memang benar, kita dapat mewujudkan itu semua dengan selalu menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia dan tiada berguna. Maka dari itu Allah SWT menciptakan satu buah mulut kepada kita bukan dua atau tiga. Karena satu buah mulut saja sulit untuk dikendalikan apalagi dua. Sudah tidak bisa di bayangkan akibat yang diterima.

Allah SWT telah menciptkan kita dengan 2 mata dan 2 telinga agar kita lebih banyak melihat dan mendengar, bukannya banyak berbicara. Kita diberikan mata untuk memperhatikan dan merenungkan kebesaran Sang Khaliq, mempehatikan alam sekitar, meperhatikan keadaan lingkungan disekitar kita. Allah SWT juga memberikan kita 2 telinga agar lebih banyak mendengar ayat-ayat Allah SWT, mendengarkan ceramah dalam kajian-kajian, dan tidak memperdengarkan telinga kita musik-musik yang berbau jahiliyah. Karena dalam Surah Al A’raaf ayat 179 telah dijelaskan tentang masalah mata dan telinga, yang berbunyi:

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Untuk itulah kita harus menjaga segala kinikmatan yang telah Allah SWT berikan. Mata, telinga, dan mulut dapat membawa kita pada kemudaratan, namun bisa juga membawa kita pada kebaikan dan kemuliaan. Tinggal kita memilih yang mana diantara keduannya. Maka dari itu manfaatkanlah sebaik-baiknya kenikmatan yang kita dapatkan. Untuk itu, “Talk less, see and listen more”.

Label: