Kita bisa menemukan banyak sekali dosen yang cerdas di bidangnya. Nama mereka dikenal oleh kalangan internasional karena keahliannya dalam suatu bidang yang menjadi spesialisasinya. Tapi apakah ia mampu mengajar dengan baik? Belum tentu.
Seorang yang bijak akan menjadi pemimpin, sedangkan seorang yang pintar hanya akan jadi pelaksana di lapangan. Seorang yang bijak akan memperoleh simpati, sedangkan seorang yang pintar hanya akan mendapatkan pengakuan. Itulah perbedaan yang menjadi jurang antara si bijak dan si pintar.
Kehadiran orang-orang pintar tidak menyelesaikan masalah. Dalam situasi tertentu, kadang-kadang hal ini malah menambah masalah baru, terutama dalam urusan IPTEK. Orang pintar pertama bilang bahwa dengan ber-organisasi kita bisa mendapatkan sesuatu yang gak bisa orang lain dapatkan. Orang pintar kedua bilang bahwa jangan mengharapkan apa yang organisasi berika buat loe, tapi pikirka apa yang loe berikan buat organisasi itu. Perdebatan akan terus memanas seandainya tidak ada orang bijak yang menyadarkan mereka bahwa kedua pendapat itu benar.
Kebanyakan orang pintar tidak mengerti apa artinya kerja tim. Mungkin mereka berpikir, merekalah yang paling bisa diandalkan. OTAK mereka lah yang paling jenius...Tapi kenyataannya, banyak pemimpin-pimimpin PINTAR, tidak pernah bisa mengerti keluhan bawahannya.
JADI, APA PILIHAN LOE, PEMIMPIN YANG PINTAR APA YANG BIJAK???